Pembuatan Tepung Cacing

Pembuatan Tepung Cacing adalah proses dari perubahan bentuk cacing yang berupa serbuk atau bubuk yang dibuat dengan serangkaian  proses tertentu. Pembuatan tepung cacing bisa dibuat secara tradisional maupun menggunakan mesin seperti oven dan mesin penggiling.
Tujuan dari pembuatan tepung cacing bermacam-macam biasanya untuk mengambil ekstrak dari kandungan cacing itu sendiri ataupun agar dapat disimpan untuk waktu yang cukup lama, namun ada pula seseorang yang merubah cacing segar dalam bentuk tepung cacing karna terkendala jarak transport antara produsen cacing dan konsumen dan ada  pula karna peraturan daerah setempat yang tidak mengizinkan pengiriman atau penerimaan hewan hidup seperti cacing segar.
Di lihat dari pemanfaatannya cara pemprosesan cacing berbeda-beda, misalnya tepung cacing yang di gunakan untuk pakan ternak berbeda dengan tepung yang di gunakan khusus untuk farmasi dan produk kecantikan.
Dengan proses pembuatan tepung cacing ini juga meningkatkan nilai ekonomis daari ternak cacing itu sendiri.
Cacing jenis Lumbricus
Ada 4 proses utama dalam pembuatan tepung cacing
    1. Pencucian
    2. Perebusan
    3. Pencincangan/Pemotongn ( khusus untuk farmasi dan kosmetik )
    4. Pencucian II ( khusus untuk farmasi dan kosmetik )
    5. Pengeringan
    6. Penumbukan/penggilingan

1. Pencucian

Proses ini adalah tahap awal yang bertujuan untuk membersihkan cacing dari sisa-sisa tanah yang menempel di tubuh cacing.

 

2.  Perebusan

Tahap selanjuatnya adalah perebusan dimana proses ini adalah untuk menghilangkan lendir cacing, tidak memerlukan waktu lama dan suhu yang terlalu  panas untuk proses ini karna jika telalu lama dan panas cacing akan terlalu lunak dan mudah hancur, kurang lebih suhu idealnya 80 derajat celcius dengan waktu 10-15 menit untuk memasaknya.

3. Pencincangan atau Pemotongan ( khusus untuk farmasi dan kosmetik )

Pencincangan disini tujuanya adalah untuk mengeluarkan isi dari perut cacing biasanya di cincang dengan panjang sekitar 3 cm. Proses ini di lakukan hanya untuk mendapatkan hasil yang lebih bersih dari ekstak cacing itu sendiri, biasanya proses ini di lakukan jika pemanfaatanya untuk kebutuhan farmasi dan kosmetik. Proses ini bisa di lakukan dengan mesin pemotong khusus ataupun cara manual.

 4. Pencucian II ( khusus untuk farmasi dan kosmetik )

Setelah cacing di cincang maka agar lebih mudah untuk mengeluarkan isi dari perut cacing adalah dengan mencuci kembali karna isi perut cacing akan larut dalam air, tentunya akan lebih efektif bila kita sambil mengaduk-aduknya dalam larutan tersebut. Mengeluarkan isi perut cacing juga berpengaruh pada warna hasil akhir dari tepung cacing nantinya, cacing yang di keluarkan isi perutnya akan berwarna lebih terang bila di jadikan tepung cacing.

5. Pengeringan

Pengeringan adalah proses untuk mengurangi kadar air dalam tubuh cacing, proses ini dapat dilakukan dengan oven ataupun cara tradisonal dengan menjemurnya di bawah terik matahari secara langsung. hasil yang optimal adalah kadar air sekitar 10% dengan ciri-ciri tubuh cacing patah bila di bengkokkan atau hancur bila di remas. Untuk hasil yang konsisten baiknya menggunakan oven karna tidak terpengaruh dengan cuacah dan kemudahan kontrolnya.

6. Penumbukan atau Penggilingan

Ini adalah proses akhir dari pembuatan tepung cacing, cacing yang sudah kering selanjutnya di hancurkan untuk mendapatkan bentuk serbuk bisa kita menggunakan cara manual atau menggunakan mesin penggiling yang biasanya di gunakan untuk menepungkan beras.
Hasil akhir dari peroses ini adalah bubuk yang lembut dengan tekstur agak berserat dengan ciri-ciri tepung yang punya kualitas baik adalah tidak menggumpal bila di kepal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *