fbpx

Manfaat Tepung Cacing

Manfaat Cacing Tanah sudah umum digunakan pada kalangan masyarakat Jawa Timur khususnya Madura.

Bahkan di china pun cacing pun diberi julukan Naga Tanah sebagai penghormatan akan banyaknya manfaat dari hewan non vertebrata ini.

Hal ini sudah dikenal secara turun-temurun sebagai obat herbal atau yang lebih dikenal dengan jamu dengan kemampuan yang cukup ampuh untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Beberapa fungsi dari cacing tanah ini dipercaya bisa mengobati tipes, demam tinggi, melancarkan sirkulasi darah dan masih banyak lagi sifat farmakologi yang tentunya akan kami kupas secara detail pada postingan kali ini. Jadi tidak heran jika cacing menjadi salah satu hewan buruan selain cicak dan juga tokek.

Cacing merupakan hewan kecil melata dengan permukaan kulit dan bentuknya memanjang. Dengan habitat pada tanah liat seperti dekat comberan dan tanah gembur lainnya menjadikan kebanyakan orang jijik ketika melihatnya. Selain itu cacing juga mempunyai lendir yang membuat semakin eneg ketika melihatnya. Padahal jika kita ketahui, dibalik semua tersebut tersimpan jutaan manfaat bagi kesehatan yang mungkin tidak terduga. Umumnya cacing tanah dijadikan umpan untuk memancing ikan dan belut disungai, hal ini karena cacing juga berbau amis dan menjadi penarik ikan untuk memangsanya.

ang sering jadi pertanyaan disini adalah : Apa saja kandungan gizi pada cacing tanah? dari rangkuman yang kami ambil dari beberapa sumber, cacing mempunyai sebagian besar protein didalamnya. Namun masih ada juga lemak, mineral, karbohidrat, Asam amino dan masih banyak lagi yang lainnya. Nah dari kandungan inilah cacing bisa digunakan sebagai obat.

16 Khasiat Cacing Tanah Untuk Kesehatan :

  1. Mengatasi sembelit atau susah BAB. Hal ini karena cacing berfungsi sebagai pelancar sistem pencernaan sehingga penyerapan zat makanan bisa berjalan lebih normal.
  2. Menyembuhkan penyakit tifus. Fungsi ini didukung adanya kandungan yang bisa membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab tifus.
  3. Menghentikan diare atau murus, sangat cocok dikonsumsi oleh kalangan anak-anak yang sedang mencret.
  4. Melancarkan sistem peredaran darah karena cacing juga menyingkirkan lemak jahat pada sistem sirkulasi dari yang juga terkait dengan pencegahan hipertensi (tekanan darah tinggi).
  5. Menjaga stamina tubuh yang hilang. Karena cacing berguna untuk membakar lemak dan mengubahnya menjadi tenaga atau energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
  6. Menurunkan demam (antipiretik) yang ampuh untuk menyembuhkan suhu tubuh tinggi.
  7. Mempercepat penyembuhan luka dan meregenerasi sel-sel kulit yang rusak.
  8. Menambah selera makan khususnya bagi anak yang masih dalam tahap pemulihan pasca sakit.
  9. Menenanngkan sistem syaraf yang juga sangat baik untuk pencegahan stres atau pikiran berat.
  10. Menjaga elastisitas kulit dan juga wajah. Sehingga boleh dibilang bisa mencegah penuaan dini yang terkait dengan menyamarkan garis halus, pengeriputan dan mencegah kulit kering.
  11. Menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
  12. Baik dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus (kencing manis) karena cacing berkemampuan untuk mengontrol kadar gula darah.
  13. Mencegah terjadinya infeksi pada sistem pencernaan seperti usus, dll.
  14. Meningkatkan kejantanan pria khususnya bagi yang mudah capek dan loyo.
  15. Meringankan gejala sakit maag dan membuat adem lambung.
  16. Obat herbal untuk eksim dan beberapa jenis penyakit kulit lainnya.

Umpan pancing untuk Pemancing Profesional

Kawan, bolehkah aku bercerita tentang satu profesi kekinian ?
Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan seorang kawan yang punya profesi unik. Profesi yang tidak pernah muncul saat kita ditanya waktu kecil apa cita cita mu nanti setelah dewasa. Bukan dokter ato tukang insinyur.

Namun penghasilannya lumayan gede juga. Bisa sampe 10x UMK Surabaya. Kebayang khan lumayannya.
Penasaran ……..??

Kawanku ini punya profesi sebagai pemancing profesional. Nah lho…
Ia bercerita banyak tentang profesi nya itu, tentang hasil yang didapat ( dia punya rumah di kawasan elite bro ), tentang alat alat pancingnya dan tentang umpan yang dipakai. Sampe geleng geleng kepala dengar bahan umpannya, nilainya bisa setara Honda PCX. Tapi klo liat hasilnya sebanding juga.

Tak buka dikit ya rahasia umpannya.
Dia pake ini lo

Ini namanya cacing si merah gesit ato nama ilmiahnya Lumbricus Peryonix.

Tapi jangan keburu buru ya soalnya disamping bahan baku cacing peryonix ini, ada juga tambahan / esence yang musti ditambahkan dan ini rahasia katanya.  Mahal lagi.

Tapi yang penting bahan baku sudah ada. Ini yang paling penting, karena klo bahan bakunya gak pas meskipun esence yang ditambahkan berharga mahal akhirnya juga percuma. Nah karena bahan baku berupa cacing merah peryonix sudah ada maka tinggal nanti tambahkan esence sesuai kantong kawan kawan aja and lets go.

So klo kalian, kawan-kawanku, pingin juga meniru langkah keberhasilan dalam memancing, bisa segera merapat ke :
ANC farm
Jl hayamwuruk 50 d sawotratap Gedangan
0898 000 9778

atau langsung chat dengan CS kami untuk pengiriman

https://goo.gl/jKd6ud

 

Manfaat Cacing untuk burung Murai Batu

cac
Cacing ekor kuning yang sangat bermanfaat

 

Cacing tanah termasuk ke dalam salah jenis EF (Ekstra Fooding) yang banyak diberikan oleh penghoby burung, utamanya untuk Murai Batu dan Kacer. Hal ini disebabkan karena pakan ini mempunyai manfaat yang besar dalam menumbuhkan minat berkicau burung, khususnya untuk Murai Batu.

Ada banyak jenis cacing tanah yang bisa Anda peroleh di kios-kios burung. Selain untuk kebutuhan sebagai umpan pancing, cacing-cacing ini juga dijual khusus untuk burung. Karenanya, bagi Anda yang tinggal di perkotaan, Anda tidak perlu bersusah-susah untuk mendapatkan jenis EF ini karena sudah banyak tersedia di kios-kios burung namun itu biasanya hasil tangkaran.

Di antara sekian banyak cacing tanah, yang cocok diberikan untuk burung murai batu ada beberapa jenis. Pertama, Cacing Merah (Lumbricus Rubellus), Cacing Bayam (Eisenia SP), dan Cacing Tanah (Lumbricus Terestris).

Cacing tanah adalah sumber protein yang sangat tinggi dan karenanya banyak orang yang menggunakan dan memberikan cacing tanah ini untuk burung-burung yang enggan berkicau. Kandungan protein cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus hingga mencapai 76%, jauh lebih tinggi dari daging ikan, daging mamalia, dan rajungan. Selain itu, cacing ini juga mengandung asam glutamate 8.98 %, treonin sebanyak 3.28%, lisin 5.16%, dan glycine sebanyak 3.54%. Cacing tanah juga mengandung tryptophan sebanyak 4,4%, arginin sebanyak 10,7%, dan tyrosin sebanyak 2,25%.

Cacing tanah ini sangat baik jika diberikan pada burung Murai Batu sebab tidak hanya bisa membuatnya menjadi semakin gacor dan selalu produktif beranak-pinak di sangkar penangkaran. Cacing tanah juga bisa membuat ekor burung Murai Batu yang pendek menjadi lebih panjang. Hal ini tidak lepas dari kandungan cacing tanah yang memang sangat bagus untuk pertumbuhan ekor burung Murai Batu tersebut.

Pemberian Cacing Tanah untuk Murai batu tentu saja harus diberikan secara rutin namun ini tidak diberikan pada setelan harian. Pemberian Cacing Tanah harus dilakukan pada saat burung Murai Batu bodol atau mabung. Namun pastikan, saat Anda memberikan Cacing Tanah ini, kondisi bulu burung sudah mulai tumbuh, khususnya ekor. Jika belum tumbuh atau bahkan mungkin belum jatuh, sebaiknya pemberian Cacing Tanah ini harus dipending.

Untuk cacing yang berukuran besar seperti Cacing Tanah (Lumbricus Terestris) sebaiknya dipotong-potong terlebih dahulu lalu bersihkan bagian dalamnya lalu berikan. Sedangkan untuk cacing yang mempunyai ukuran lebih kecil, sebaiknya cacing direndam terlebih dahulu supaya isi dan kotoran cacing tersebut keluar terlebih dahulu. Esok harinya, cacing baru boleh diberikan pada burung. Pemberian cacing ini tidak boleh dilakukan setiap hari namun setidaknya dua hingga kali dalam seminggu.

Sementara itu, selama Anda memberikan cacing, rawatan harian untuk Murai Batu yang mabung diteruskan. Jangan sampai Anda mengabaikannya karena bisa menghambat proses mabung.

Demikian manfaat Cacing Tanah untuk ekor Murai Batu. Dengan pemberian Cacing Tanah yang rutin pada saat mabung, ekor Murai akan semakin tumbuh panjang hingga batas maksimal.

Pembuatan Tepung Cacing

Pembuatan Tepung Cacing adalah proses dari perubahan bentuk cacing yang berupa serbuk atau bubuk yang dibuat dengan serangkaian  proses tertentu. Pembuatan tepung cacing bisa dibuat secara tradisional maupun menggunakan mesin seperti oven dan mesin penggiling.
Tujuan dari pembuatan tepung cacing bermacam-macam biasanya untuk mengambil ekstrak dari kandungan cacing itu sendiri ataupun agar dapat disimpan untuk waktu yang cukup lama, namun ada pula seseorang yang merubah cacing segar dalam bentuk tepung cacing karna terkendala jarak transport antara produsen cacing dan konsumen dan ada  pula karna peraturan daerah setempat yang tidak mengizinkan pengiriman atau penerimaan hewan hidup seperti cacing segar.
Di lihat dari pemanfaatannya cara pemprosesan cacing berbeda-beda, misalnya tepung cacing yang di gunakan untuk pakan ternak berbeda dengan tepung yang di gunakan khusus untuk farmasi dan produk kecantikan.
Dengan proses pembuatan tepung cacing ini juga meningkatkan nilai ekonomis daari ternak cacing itu sendiri.
Cacing jenis Lumbricus
Ada 4 proses utama dalam pembuatan tepung cacing
    1. Pencucian
    2. Perebusan
    3. Pencincangan/Pemotongn ( khusus untuk farmasi dan kosmetik )
    4. Pencucian II ( khusus untuk farmasi dan kosmetik )
    5. Pengeringan
    6. Penumbukan/penggilingan

1. Pencucian

Proses ini adalah tahap awal yang bertujuan untuk membersihkan cacing dari sisa-sisa tanah yang menempel di tubuh cacing.

 

2.  Perebusan

Tahap selanjuatnya adalah perebusan dimana proses ini adalah untuk menghilangkan lendir cacing, tidak memerlukan waktu lama dan suhu yang terlalu  panas untuk proses ini karna jika telalu lama dan panas cacing akan terlalu lunak dan mudah hancur, kurang lebih suhu idealnya 80 derajat celcius dengan waktu 10-15 menit untuk memasaknya.

3. Pencincangan atau Pemotongan ( khusus untuk farmasi dan kosmetik )

Pencincangan disini tujuanya adalah untuk mengeluarkan isi dari perut cacing biasanya di cincang dengan panjang sekitar 3 cm. Proses ini di lakukan hanya untuk mendapatkan hasil yang lebih bersih dari ekstak cacing itu sendiri, biasanya proses ini di lakukan jika pemanfaatanya untuk kebutuhan farmasi dan kosmetik. Proses ini bisa di lakukan dengan mesin pemotong khusus ataupun cara manual.

 4. Pencucian II ( khusus untuk farmasi dan kosmetik )

Setelah cacing di cincang maka agar lebih mudah untuk mengeluarkan isi dari perut cacing adalah dengan mencuci kembali karna isi perut cacing akan larut dalam air, tentunya akan lebih efektif bila kita sambil mengaduk-aduknya dalam larutan tersebut. Mengeluarkan isi perut cacing juga berpengaruh pada warna hasil akhir dari tepung cacing nantinya, cacing yang di keluarkan isi perutnya akan berwarna lebih terang bila di jadikan tepung cacing.

5. Pengeringan

Pengeringan adalah proses untuk mengurangi kadar air dalam tubuh cacing, proses ini dapat dilakukan dengan oven ataupun cara tradisonal dengan menjemurnya di bawah terik matahari secara langsung. hasil yang optimal adalah kadar air sekitar 10% dengan ciri-ciri tubuh cacing patah bila di bengkokkan atau hancur bila di remas. Untuk hasil yang konsisten baiknya menggunakan oven karna tidak terpengaruh dengan cuacah dan kemudahan kontrolnya.

6. Penumbukan atau Penggilingan

Ini adalah proses akhir dari pembuatan tepung cacing, cacing yang sudah kering selanjutnya di hancurkan untuk mendapatkan bentuk serbuk bisa kita menggunakan cara manual atau menggunakan mesin penggiling yang biasanya di gunakan untuk menepungkan beras.
Hasil akhir dari peroses ini adalah bubuk yang lembut dengan tekstur agak berserat dengan ciri-ciri tepung yang punya kualitas baik adalah tidak menggumpal bila di kepal.